Kamis, 01 Januari 2015

Risma Sempat Ambruk di Posko AirAsia, Relawan Panik

Kamis, 01/01/2015 15:35 WIB


Budi Sugiharto - detikNews


Dok Detikcom




Surabaya - Beberapa hari terakhir, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini all out di Bandara Juanda Sidoarjo dan posko AirAsia. Siang ini, di sela-sela kesibukan mengurus dokumen keluarga penumpang AirAsia, orang nomor satu di Pemkot Surabaya itu nyaris pingsan.

Relawan berlarian menuju posko ante mortem di Mapolda Jatim, Kamis (1/1/2015). Mereka membawa tabung oksigen. Risma dilaporkan nyaris terjatuh dari kursi.


Peristiwa itu terjadi saat Risma tengah menemui keluarga penumpang AirAsia dan mengurus dokumen. Sebelumnya, ia melayani wawancara dengan berbagai media. Saat itulah, ia nyaris ambruk.


Petugas panik. Namun tak berapa lama, Risma bisa menguasai diri. Kemudian, dengan dibantu petugas, ia meminum obat.


"Mungkin kecapekan. Bu Wali butuh istirahat," kata Kabag Humas Pemkot Surabaya M Fikser kepada detikcom.


Menurut Fikser, semalam Risma pulang pukul 03.00 WIB dini hari setelah memantau perayaan tahun baru. Pada pukul 06.00 WIB, ia sudah ke Sumberejo (Surabaya Barat) untuk mengecek banjir akibat jebolnya banjir di perbatasan Gresik.


Sejak AirAsia hilang, Minggu (28/12), Risma telah berada di Bandara Juanda Sidoarjo. Saat posko dipindah ke Mapolda Jatim, ia juga selalu hadir. Seperti dilakukan hari ini. Hingga pukul 15.15 WIB, Risma masih berada di dalam posko ante mortem.




Simak perkembangan terbaru evakuasi korban Air Asia QZ 8501 di "REPORTASE TERBARU" TRANS TV, Pukul 11.00 WIB, 12.45 WIB, 14.00 WIB, 15.00 WIB dan 15.30 WIB.

(try/nwk)


Ikuti perkembangan detik demi detik upaya pencarian AirAsia QZ8501 disini.








Foto Video Terkait












Sponsored Link


Twitter Recommendation



Redaksi: redaksi[at]detik.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


Basarnas Minta Kapal Survei Geser ke Area Penemuan Serpihan

Kamis, 01/01/2015 15:32 WIB


AirAsia Ditemukan


Ikhwanul Khabibi - detikNews






Jakarta - Kapal MGS Geo Survey yang membawa para ahli survei dan pemetaan bawah laut sedang dalam perjalan menuju ke Selat Karimata tempat hilangnya kontak pesawat AirAsia QZ 8501. Namun, atas permintaan dari Basarnas, kapal yang membawa berbagai peralatan untuk melakukan pemetaan bawah laut dan mengambil data visual di bawah laut itu diminta untuk bergeser ke lokasi ditemukannya serpihan pesawat yang berada di area pencarian atau dekat dengan Pangkalan Bun.

"Tadi sekitar pukul 11.00 WIB ada permintaan dari Basarnas agar kita bergeser ke area tempat ditemukannya serpihan, itu ada di perbatasan area 4 dan area 5, sehingga kita akan merubah lokasi target pencarian," kata Party Chief (ketua tim) survei, Muhammad Aga Ridha Aldila, Kamis (1/1/2015).


Karena lokasi yang bergeser, maka kedatangan kapal survei ke lokasi tujuan pun diperkirakan akan telat. Kapal diperkirakan akan tiba di lokasi pencarian pada Jumat (1/2) sekitar pukul 09.00 WIB.


"Jadi kita akan sedikit telat ya sampai lokasi karena jarak lokasi pertama dengan lokasi kedua ini sekitar 190 km," jelas Aga.


Laju kapal yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok kemarin siang ini juga terkendala dengan keadaan ombak. Ombak di perairan Laut Jawa sedang tidak bersahabat untuk melakukan pelayaran.


Sesampainya di lokasi pencarian, tim akan langsung melakukan prosedur pemetaan bawah laut. Pertama tim survei akan melakukan scanning dengan menggunakan side scan sonar dan multibeam echo sounder.


Setelah identifikasi objek akan dilakukan survei menggunakan alat magnometer untuk mengidentifikasi kandungan logam dari objek dasar laut. Jika ada anomali magnet di bawah laut, tim akan langsung menurunkan ROV (Remotly Operating Vehicle). ROV akan mengambil data visual berupa gambar dan video di dasar laut.




Simak perkembangan terbaru evakuasi korban Air Asia QZ 8501 di "REPORTASE TERBARU" TRANS TV, Pukul 11.00 WIB, 12.45 WIB, 14.00 WIB, 15.00 WIB dan 15.30 WIB.

(kha/rvk)


Ikuti perkembangan detik demi detik upaya pencarian AirAsia QZ8501 disini.








Foto Video Terkait












Sponsored Link


Twitter Recommendation



Redaksi: redaksi[at]detik.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


Kemenhub: Weather Display Ada di ATC tapi Belum di Masing-masing Pemandu

[unable to retrieve full-text content]
Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Chappy Hakim mengusulkan agar Air Traffic Controller (ATC) memiliki weather display dan data langsung tentang kondisi cuaca.

Libur Tahun Baru, Wisata Bandungan Semarang Macet Dua Arah

[unable to retrieve full-text content]
Kemacetan di hari pertama tahun 2015 terjadi hampir di semua daerah yang dekat dengan kawasan wisata. Di Bandungan, Kabupaten Semarang kemacetan parah terjadi dari dua arah bahkan beberapa kendaraan mogok.

Pencarian Korban QZ8501 Lewat Udara Belum Membuahkan Hasil Hari ini






Jakarta - Selain menggunakan kapal laut, operasi pencarian korban pesawat AirAsia QZ8501 juga dilakukan lewat udara. Hanya saja, hari ini pesawat-pesawat yang diterbangkan TNI AU belum mendapatkan hasil.

"Untuk pencarian lewat udara belum mendapatkan hasil. Saat ini dua pesawat sudah mendarat," kata Kadispen TNI AU‎ Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto di Base Operations Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (1/1/2015).


Saat ini, pesawat CN-295 berada di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Sementara itu pesawat Boeing AI-7303 yang lepas landas dari Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat kini mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma.


"Cuacanya kurang bagus jadi pesawat Boeing landing di Halim hingga cuacanya bagus" ucap Hadi.


Ada 1 pesawat yang masih di udara hingga sekarang yaitu pesawat dari Korea Selatan P3C Orion. "Masih bisa terbang di wilayah berjarak 360 km dari Pangkalan Bun," sambungnya.


P3C Orion masih mampu terbang karena memiliki jangkauan di atas 10.000 feet. Pesawat Boeing AI-7303 jangkauannya adalah 10.000-5.000 feet sedangkan pesawat CN-295 di bawah 5.000 feet.


Luas area pencarian lewat udara hari ini dipersempit menjadi 3 area. Area I di sekitar Bangka Belitung, area II di Pangkalan Bun, dan area III seluas 180 x 60 nautical mile yang terletak di bawah area I dan II.


Di sisi lain, hari ini ada 3 jenazah baru yang ditemukan oleh kapal pencari korban AirAsia. Satu jenazah ditemukan oleh KRI Yos Sudarso, satu lagi oleh Kapal Baruna Jaya milik BPPT, dan satu lagi dilaporkan dari kapal AL Malaysia, KD Pahang.




Simak perkembangan terbaru evakuasi korban Air Asia QZ 8501 di "REPORTASE TERBARU" TRANS TV, Pukul 11.00 WIB, 12.45 WIB, 14.00 WIB, 15.00 WIB dan 15.30 WIB.

(imk/nwk)


Ikuti perkembangan detik demi detik upaya pencarian AirAsia QZ8501 disini.








Foto Video Terkait




Redaksi: redaksi[at]detik.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


Libur Tahun Baru, Lalin Bundaran Monas Ramai Lancar

Kamis, 01/01/2015 14:56 WIB


M Reza Sulaiman - detikNews



Jakarta - Libur tahun baru tak membuat arus lalu lintas di pusat kota menjadi sepi. Padatnya kendaraan bermotor masih tampak di Kawasan Bundaran Monas, Jakarta Pusat.

Pantauan detikcom di lokasi, Kamis (1/1/2015) ruas Jalan MH Thamrin menuju Jalan Medan Merdeka Barat ramai dilewati kendaraan. Pemandangan yang sama juga terlihat di arah sebaliknya yakni dari Jalan Medan Merdeka Barat menuju Jalan MH Thamrin.


Arus kendaraan bermotor yang lebih sepi terlihat dari Jalan Medan Merdeka Selatan menuju Jalan Budi Kemuliaan. Namun pemandangan berbeda justru terlihat di arah sebaliknya yakni menuju Jalan Medan Merdeka Selatan.


Anggota Ditlantas Polda Metro Jaya, Bripda‎ Susilo mengatakan bahwa kepadatan arus lalu lintas menuju Jalan Merdeka Selatan terjadi karena lonjakan masyarakat yang ingin berlibur ke Monas. Kebanyakan masyarakat menggunakan kendaraan pribadi sehingga terjadi antrean di depan gerbang pintu parkir IRTI.


"Arak dari Thamrin menuju Medan Merdeka Barat dan sebaliknya lancar. Macet di arah menuju Medan Merdeka Selatan itu karena antrean pengunjung yang mau masuk ke Monas," ungkapnya kepada detikcom.




Simak perkembangan terbaru evakuasi korban Air Asia QZ 8501 di "REPORTASE TERBARU" TRANS TV, Pukul 11.00 WIB, 12.45 WIB, 14.00 WIB, 15.00 WIB dan 15.30 WIB.

(mrs/spt)


Ikuti perkembangan detik demi detik upaya pencarian AirAsia QZ8501 disini.






Foto Video Terkait












Sponsored Link


Twitter Recommendation



Redaksi: redaksi[at]detik.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


Cek Warganya, Konsulat Kehormatan Filipina Datangi Polda Jatim

Kamis, 01/01/2015 14:53 WIB


AirAsia Ditemukan


Imam Wahyudiyanta - detikNews






Surabaya, - Konsulat Filipina datangi Posko Santem Mortem Polda Jatim. Mereka ingin mengecek apakah ada warganya yang turut menjadi korban pesawat AirAsia QZ8501.

"Kami diutus embassy di Jakarta untuk mengeceknya karena data mereka ada nama korban yang diduga warga Filipina," kata Konsul Kehormatan Republik Filipina untuk Jawa Timur dan Bali Eddy Surohadi kepada wartawan di Polda Jatim, Kamis (1/1/2015).


Dua nama yang dicurigai WN Filipina itu adalah Siti Romlah dan Yasmin Santiago (16). Berdasarkan pengecekan, ternyata kedua nama itu merupakan WNI. Namun kedua nama itu memang berhubungan dengan WN Filipina.


"Siti Romlah adalah istri dari WN Filipina bernama Alejandro Santiago dan mempunyai anak bernama Yasmin Santiago," lanjut Eddy.


Alejandro, kata Eddy, memang WN Filipina tetapi istri dan anaknya berkewarganegaraan Indonesia dan tinggal di Pasuruan. Alejandro sendiri bekerja di Singapura.


"Kebetulan Alejandro hendak bertugas di Amerika. Sebelum berangkat, dia ingin ketemu anak dan istrinya, sekaligus mengajak mereka berlibur," kata Eddy.


Alejandro sebenarnya tahu sejak awal jika istri dan anaknya menjadi korban AirAsia, tetapi Alejandro tidak melapor ke kedutaan Filipina di Indonesia.


"Meski bukan WN Filipina, tetapi kami akan tetap membantu mengurus segala sesuatunya," tandas Eddy.




Simak perkembangan terbaru evakuasi korban Air Asia QZ 8501 di "REPORTASE TERBARU" TRANS TV, Pukul 11.00 WIB, 12.45 WIB, 14.00 WIB, 15.00 WIB dan 15.30 WIB.

(iwd/rvk)


Ikuti perkembangan detik demi detik upaya pencarian AirAsia QZ8501 disini.








Foto Video Terkait












Sponsored Link


Twitter Recommendation



Redaksi: redaksi[at]detik.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com