Kamis, 01 Januari 2015

DVI Polda Jatim Belum Bisa Pastikan Identitas Jenazah Korban Kedua QZ8501

Kamis, 01/01/2015 15:57 WIB


AirAsia Ditemukan


Rois Jajeli - detikNews






Surabaya - Disaster Victim Identification (DVI) dari Biddokkes Polda Jatim belum bisa memastikan identitas jenazah kedua yang merupakan korban dari pesawat AirAsia QZ8501. Tim masih akan menggali data ante mortem yang dibutuhkan dari pihak keluarga.

"Jenazah B002, data belum cukup utuk memastikan siapa korban tersebut karena hasil perbandingan data post mortem dan ante mortem belum match," kata Kepala DVI Polda Jatim Kombes Pol Budiyono saat jumpa pers di RS Bhayangkara Polda Jatim, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (1/1/2015).


Akibat belum adanya kesamaan data, identitas korban belum bisa dipertanggungjawabkan. Budiono kemudian memaparkan ciri-ciri dari jenazah B002.


"Laki-laki muda, tinggi 145-150 cm. Ras mongoloid, rambut hitam panjang kurang dari 6 cm. Tahi lalat ukuran 4x4 mm di pundak kiri atas," ujarnya.


Sebelumnya, DVI sudah bisa memastikan identitas jenazah B001 atas nama Hayati Lutfiah Hamid. Kepastian itu didapat dengan menggunakan dua metode yaitu metode primer dan metode sekunder.




Simak perkembangan terbaru evakuasi korban Air Asia QZ 8501 di "REPORTASE TERBARU" TRANS TV, Pukul 11.00 WIB, 12.45 WIB, 14.00 WIB, 15.00 WIB dan 15.30 WIB.

(imk/nwk)


Ikuti perkembangan detik demi detik upaya pencarian AirAsia QZ8501 disini.








Foto Video Terkait












Sponsored Link


Twitter Recommendation



Redaksi: redaksi[at]detik.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


Cerita dari KRI Banda Aceh saat Cuaca Berubah dan Lautan Mendadak Gelap






Pangkalan Bun - Cuaca di perairan Teluk Kumai yang pagi tadi cukup cerah, kini kembali fluktuatif. Awan tebal mulai menutupi sinar mentari.

Sekitar pukul 14.00 Wita, Kamis (1/1/2015), suasana di lautan mendadak mulai gelap. Hujan deras mulai mengguyur kawasan Teluk Kumai. Jarak pandang terbatas. Angin yang semakin kencang menyebabkan gelombang kembali meninggi.


Kondisi ini tak memungkinkan helikopter untuk terbang, sehingga terpaksa Heli Bell yang membawa 2 jenazah ke Pangkalan Bun belum dapat kembali ke KRI Banda Aceh.


"Jangan dipaksakan terbang kalau cuaca di sana masih buruk," kata Danguskamlabar Laksma Abdul Rasyid melalui Handy Talkie di KRI Banda Aceh, Teluk Kumai, dengan di pos di Pangkalan Bun, Kamis (1/1/2015).


KRI Banda Aceh sendiri masih lego jangkar di kawasan Teluk Kumai, kira-kira berjarak 20 nautical mile dari Pangkalan Bun. Selain menanti kedatangan kru Heli Bell, kapal yang berfungsi sebagai kapal markas dalam pencarian korban AirAsia QZ8501 ini juga menanti kehadiran para penyelam.


Penyelam ini terdiri dari Kopaska, Marinir, Divisi Penyelam Bawah Air (Dislambair) dan rencananya anggota KNKT juga akan turut bergabung. Jumlah para penyelam profesional ini diperkirakan 62 orang.


"Mereka akan bergerak ke sini (KRI Banda Aceh) dari Pangkalan Bun dengan diangkut kapal lain yang lebih kecil," tuturnya.


KRI Banda Aceh kemudian akan kembali ke area pencarian. Kapal ini akan lego jangkar di tengah laut, di antara keempat sektor pencarian. Sejauh ini, kapal bercat abu-abu ini menjadi pusat koordinasi dalam pencarian dan evakuasi di perairan.






Dok Detikcom






Simak perkembangan terbaru evakuasi korban Air Asia QZ 8501 di "REPORTASE TERBARU" TRANS TV, Pukul 11.00 WIB, 12.45 WIB, 14.00 WIB, 15.00 WIB dan 15.30 WIB.

(kff/try)


Ikuti perkembangan detik demi detik upaya pencarian AirAsia QZ8501 disini.








Foto Video Terkait




Redaksi: redaksi[at]detik.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


Ini Penampakan Bagian-bagian Black Box dan Cara Membacanya

Kamis, 01/01/2015 15:57 WIB


Sukma Indah Permana - detikNews

Halaman 1 dari 4



FDR (atas) dan CVR (bawah) (Foto: Nograhany WK/detikcom)




Jakarta - Serpihan-serpihan AirAsia QZ8501 sudah ditemukan. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) kini menunggu tim SAR menemukan kotak hitam. Dalam kotak hitam yang berwarna oranye itu, semua informasi penyebab QZ8501 jatuh ke laut bisa dikuak. Seperti ini penampakan bagian-bagian kotak hitam dan membacanya.

Gambar di atas adalah model Black Box saat dipertunjukkan di kantor KNKT pada tahun 2007 lalu. 2 Jenis black box itu adalah Cockpit Voice Recorder (CVR) dan Flight Data Recorder (FDR).


Keduanya terdiri dari tiga bagian:


1. Kotak yang menghubungkan black box dengan instrumen yang akan direkam.

2. Kotak tempat alat untuk merekam berada seperti kaset, CD, atau chip.

3. Sedangkan yang bundar adalah Underwater Locator Beacon (ULB) yang bisa dilacak sinyalnya apabila pesawat jatuh ke dalam air.


Dalam model black box seperti gambar di atas, CVR berukuran 30 x 12,5 cm. Alat ini untuk merekam percakapan pilot, kopilot, pilot dengan ATC, serta para awak pesawat. Sedangkan yang satunya bernama Flight Data Recorder (FDR) berukuran lebih panjang, 49 x 12,5 cm. Alat ini merekam data-data teknis pesawat seperti ketinggian, kecepatan, putaran mesin, radar, auto pilot dan lain-lain. Ada 5 sampai 300 parameter data penerbangan yang direkam dalam black box ini.


Durasi perekaman untuk CVR adalah 30 menit. Maksudnya setiap 30 menit data percakapan akan terhapus dan diganti dengan yang baru secara otomatis. Sedangkan FDR mempunyai durasi rekaman hingga 25-30 jam. Artinya setelah 25-30 jam, data akan terhapus dengan sendirinya. CVR dan FDR ini akan hidup secara otomatis apabila mesin pesawat dihidupkan.


Saat detikcom berkunjung ke laboratorium KNKT pada tahun 2012 lalu di Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, analis black box KNKT Nugroho Budi menjelaskan CVR memiliki 4 saluran. Next




Simak perkembangan terbaru evakuasi korban Air Asia QZ 8501 di "REPORTASE TERBARU" TRANS TV, Pukul 11.00 WIB, 12.45 WIB, 14.00 WIB, 15.00 WIB dan 15.30 WIB.

(nwk/erd)


Ikuti perkembangan detik demi detik upaya pencarian AirAsia QZ8501 disini.








Foto Video Terkait












Sponsored Link


Twitter Recommendation



Redaksi: redaksi[at]detik.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


Ini yang Bisa Diungkap dari Black Box Pesawat

Kamis, 01/01/2015 15:53 WIB


Yudhianto - detikNews


Black box (Istimewa/ABCNews)




Jakarta - Penyebab jatuhnya pesawat AirAsia QZ 8501 yang serpihannya ditemukan di Selat Karimata hingga kini belum diketahui. Sejumlah pengamat yang mencoba menganalisa penyebab jatuhnya pesawat yang membawa 155 penumpang dan 7 kru itu mengaku hanya menduga.

Penyebab pasti kecelakaan pesawat jurusan Surabaya - Singapura baru bisa diketahui setelah black box ditemukan dan diselidiki. Apa saja yang bisa diungkap dari sebuah black box?


Black box sering juga disebut electronic flight data recorders. Alat ini bisa menyimpan berbagai informasi yang didapat dari banyak sensor di pesawat terkait masalah yang bisa jadi penyebab kecelakaan. Nantinya informasi yang terekam di Black Box akan dijadikan petunjuk oleh pihak berwenang untuk mengungkap misteri penyebab kecelakaan.


Black box terdiri dari dua bagian yakni; Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR). FDR berfungsi menyimpan data penerbangan, sedangkan VCR menyimpan percakapan antara pilot kepada krunya atau menara pengawas yang terekam selama beberapa waktu sebelum kecelakaan.


Dengan media penyimpanan yang dimilikinya, Black Box sebenarnya bisa menyimpan sampai 25 jam data penerbangan. Namun ternyata jatah perekaman untuk pembicaraan pilot hanya dibatasi sekitar 2 jam.


Pun demikian, tak cuma suara pilot yang akan terdengar, melainkan seluruh ruangan kokpit. Dengan demikian tim penyelidik bisa mereka-reka seperti apa kejadian yang terjadi di kokpit menjelang kecelakaan terjadi.


Ketua Investigator AirAsia dari KNKT, Mardjono Siswosumarno mengatakan data yang terekam di CVR bisa diumumkan ke publik dalam waktu 3 bulan setelah ditemukan. Selama ini pembacaan black box pesawat dilakukan di Prancis. Namun untuk kasus AirAsia QZ8510 akan dibaca di Indonesia, karena saat ini KNKT telah memiliki alat pembaca black box.


"Kita kan sudah punya alatnya, jadi tidak harus dibawa ke Prancis," kata Mardjono ketika berbincang dengan detikcom, Rabu (31/12/2014) malam.




Simak perkembangan terbaru evakuasi korban Air Asia QZ 8501 di "REPORTASE TERBARU" TRANS TV, Pukul 11.00 WIB, 12.45 WIB, 14.00 WIB, 15.00 WIB dan 15.30 WIB.

(erd/try)


Ikuti perkembangan detik demi detik upaya pencarian AirAsia QZ8501 disini.








Foto Video Terkait












Sponsored Link


Twitter Recommendation



Redaksi: redaksi[at]detik.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


Ini Ciri-ciri 2 Korban AirAsia yang Berada di KRI Yos Sudarso

Kamis, 01/01/2015 15:48 WIB


AirAsia Ditemukan


Nur Khafifah - detikNews





Jakarta - KRI Yos Sudarso siang tadi berhasil menemukan satu korban AirAsia QZ8501 di perairan Jawa. Tidak berselang lama, satu korban lagi berhasil ditemukan KD Pahang milik AL Malaysia di perairan yang sama.

Dari informasi yang diterima, Kamis (1/1/2015), korban yang berhasil ditemukan KRI Yos Sudarso pada pukul 11.25 WIB di perairan Jawa. Jenazah diketahui seorang perempuan yang memiliki ciri-ciri mengenakan celana legging hitam dengan motif bunga hijau dan ada cincin emas putih di jari tengah kiri.


Untuk jenazah yang ditemukan KD Pahang juga seorang wanita dan ditemukan sekitar pukul 12.15 WIB. Saat ditemukan korban mengenakan kaos lengan panjang warna merah dengan celana jeans biru dongker.


Sampai saat ini kedua korban sudah dievakuasi dan berada di KRI Yos Sudarso. Belum diketahui kapan keduanya akan dibawa ke Pangkalan Bun.




Simak perkembangan terbaru evakuasi korban Air Asia QZ 8501 di "REPORTASE TERBARU" TRANS TV, Pukul 11.00 WIB, 12.45 WIB, 14.00 WIB, 15.00 WIB dan 15.30 WIB.

(spt/nwk)


Ikuti perkembangan detik demi detik upaya pencarian AirAsia QZ8501 disini.








Foto Video Terkait












Sponsored Link


Twitter Recommendation



Redaksi: redaksi[at]detik.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


Jenazah Pertama Korban QZ8501 Dipastikan Hayati Lutfiah Hamid

Kamis, 01/01/2015 15:45 WIB


AirAsia Ditemukan


Rois Jajeli - detikNews






Surabaya, - Jenazah pertama yang merupakan korban pesawat AirAsia QZ8501 teridentifikasi dan dipastikan adalah Hayati Lutfiah Hamid. Kepastian ini didapatkan lewat metode primer dan sekunder oleh Tim DVI Polda Jatim.

"Jenazah B001 telah teridentifikasi sesuai manifest atas nama Hayati Lutfiah Hamid," kata Kepala DVI Polda Jatim Kombes Pol Budiono saat jumpa pers di RS Bhayangkara Polda Jatim, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (1/1/2015).


Identifikasi dilakukan dengan dua metode. Yang pertama yaitu metode primer melalui sidik jari.


"Terjadi kesamaan sidik jari jenazah dengan sidik dari ante mortem," ucap Budiono.


Sementara itu metode sekunder dilakukan dengan menyamakan data ante mortem dan post mortem yaitu berupa bekas operasi yang diinformasikan oleh keluarga. Selain itu, ada pula ID card yang masih terpasang di tubuh korban atas nama Hayati Lutfiah. Ciri-ciri itu memastikan identitas jenazah.


"Ada perhiasan, kalung dengan inisial nama, gelang dan lain-lain yang diakui keluarga adalah milik korban," pungkasnya.


Saat ini sudah ada 6 jenazah yang sudah berada di RS Bhayangkara Polda Jatim. Tim evakuasi di lapangan juga masih menemukan jenazah lainnya yang belum dibawa ke Surabaya.




Simak perkembangan terbaru evakuasi korban Air Asia QZ 8501 di "REPORTASE TERBARU" TRANS TV, Pukul 11.00 WIB, 12.45 WIB, 14.00 WIB, 15.00 WIB dan 15.30 WIB.

(imk/nwk)


Ikuti perkembangan detik demi detik upaya pencarian AirAsia QZ8501 disini.








Foto Video Terkait












Sponsored Link


Twitter Recommendation



Redaksi: redaksi[at]detik.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


Libur Tahun Baru, Stasiun Bogor Dipadati Penumpang

Kamis, 01/01/2015 15:44 WIB


Rachmadin Ismail - detikNews



Bogor - Libur tahun baru, Stasiun Bogor, Jawa Barat dipadati penumpang. Rata-rata penumpang yang di staisun Bogor, ingin pulang ke Jakarta usai berlibur di beberapa objek wisata di kota hujan tersebut.

Pantauan detikcom, pukul 15.00 WIB, di Stasiun Bogor, Jl Kapt Muslihat, ratusan penumpang tampak antre berjejer menunggu kereta menuju Jakarta. Tidak ada informasi gangguan kereta pada hari ini.


Loket tiket juga tampak dijejali para penumpang yang hendak ke arah Jakarta. Meski padat, kondisi di stasiun tersebut tetap kondusif.


Terlihat beberapa petugas keamanan siaga di stasiun ujung commuter line tersebut. Para petugas mengimbau agar para penumpang berhati-hati terhadap barang bawaannya.




Simak perkembangan terbaru evakuasi korban Air Asia QZ 8501 di "REPORTASE TERBARU" TRANS TV, Pukul 11.00 WIB, 12.45 WIB, 14.00 WIB, 15.00 WIB dan 15.30 WIB.

(rvk/rvk)


Ikuti perkembangan detik demi detik upaya pencarian AirAsia QZ8501 disini.






Foto Video Terkait












Sponsored Link


Twitter Recommendation



Redaksi: redaksi[at]detik.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com