Minggu, 30 November 2014

Hari ini, Munas Golkar Bahas Tatib Pemilihan Ketum dan LPJ Ical


Senin, 01/12/2014 08:12 WIB


Indah Mutiara Kami - detikNews









Jakarta - Perhelatan Munas IX Golkar berlanjut pada hari ini setelah dibuka pada Minggu (30/11) malam. Tata tertib pemilihan Ketum akan dibahas dan disusul dengan LPJ pengurus DPP.

"Hari ini membahas tata tertib, kemudian laporan pertanggungjawaban," kata Ketua Organizing Committee Munas IX Golkar Ahmadi Noor Supit di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Senin (1/12/2014).


Acara ini dijadwalkan mulai pada pukul 09.00 WITA. Kedua agenda akan dibahas secara paripurna di Mangupura Hall.


"Dibahas secara paripurna, belum per komisi-komisi," ucapnya.


Supit menyatakan bahwa acara ini sudah pasti dan tidak akan berubah. Sementara itu pemilihan Ketum akan dilakukan pada Selasa (2/12).


Tadi malam, Munas IX Golkar resmi dibuka oleh Ketum Golkar Aburizal Bakrie. Para petinggi Koalisi Merah Putih hadir dan mengungkapkan keyakinannya bahwa Golkar pasti solid, begitu juga dengan KMP.


Pelaksanaan Munas ini memang memicu perpecahan di internal Golkar. Kubu Agung Laksono cs menolak pelaksanaan Munas di Bali ini dan memastikan diri tidak akan hadir. Hingga saat ini, caketum yang memastikan diri akan bertarung adalah Aburizal Bakrie dan Airlangga Hartanto.




Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(imk/ndr)








Foto Video Terkait












Redaksi: redaksi[at]detik.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


Cerita Akbar Tandjung yang Melobi Agung dan Priyo Demi Munas


Senin, 01/12/2014 08:05 WIB


Ahmad Toriq - detikNews






Nusa Dua - Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Akbar Tandjung masih terus berupaya mendamaikan kubu Aburizal Bakrie (Ical) dan Agung Laksono cs. Namun Akbar mengaku menemui kendala karena Agung tak mau ditemui.

Akbar menuturkan terus menjalin komunikasi dan pertemuan dengan Agung Laksono dan Priyo Budi Santoso. Nama terakhir sudah berhasil ditemui oleh Akbar, namun Agung belum.


"Saya ketemu, berkomunikasi dengan Agung dan Priyo. Cuma saja, dengan saudara Agung belum pertemuan secara fisik," kata Akbar saat berbincang, Senin (1/12/2014).


Akbar mengaku bertemu Priyo pada Sabtu (29/11) malam. Di malam yang sama, sekitar pukul 22.00 WIB, dia menghubungi Agung Laksono via telepon. Akbar mengajak bertemu, namun disambut penolakan halus.


"Tidak eksplisit menolak. Tapi ada suasana yang tidak memungkinkan untuk bertemu. Suasana kebatinannya belum kondusif," ujar Akbar.


Apakah Agung Laksono marah Ical tetap menggelar munas 30 November?


"Marah sekali sih nggak, tapi memang ada perasaan seperti itu," ujar Akbar.


Akbar berharap kemarahan Agung segera mereda dan bersedia bertemu dengan dirinya, juga dengan Ical. Jika ada pertemuan, Akbar yakin bisa dicari kesepakatan damai untuk menjaga persatuan Golkar.


"Kita berharap ada pertemuan satu dua hari ini," ujar mantan Ketua DPR ini penuh harap.




Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(ndr/mad)






Foto Video Terkait












Redaksi: redaksi[at]detik.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


FPI dan Ribuan Massa Gerakan Masyarakat Jakarta Akan Lantik Gubernur Tandingan


Senin, 01/12/2014 08:01 WIB


Mega Putra Ratya - detikNews





Jakarta - FPI dan 90 ormas yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Jakarta akan menggeruduk DPRD dan Balai Kota DKI Jakarta. Mereka berunjuk rasa menolak kenaikan BBM dan menolak Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur DKI.

Para pendemo ini, menurut pimpinan FPI Mishabul Anam berjumlah ribuan dan akan melakukan longmarch dari Bundaran HI hingga balai kota dan DPRD.


"Nanti kita mau lantik gubernur tandingan, Kyai Fahrurozi Ishaq," terang Misbahul, Senin (1/12/2014).


Mishbaul menegaskan, kalau pelantikan gubernur tandingan ini sudah direstui para Wakil Ketua DPR.


"Kita lihat nanti, dilantik di DPRD," jelasnya.




Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(mpr/ndr)






Foto Video Terkait












Redaksi: redaksi[at]detik.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


Melanggar Aturan, Mengapa Kau Nekat Melawan Arus Wahai Pemotor?


Senin, 01/12/2014 07:44 WIB


Mega Putra Ratya - detikNews





Jakarta - Operasi Zebra yang digelar polisi menjaring berbagai pelanggaran lalu lintas. Dan pelanggar yang cukup banyak jumlahlah antara lain para pemotor melawan arus.

Misalnya pagi ini saja, Senin (1/12/2014) pihak kepolisian sudah melakukan penilangan puluhan pemotor yang nekat melawan arus. Seperti dikutip dari TMC Polda Metro Jaya, polisi melakukan penertiban dan penindakan terhadap sepeda motor lawan arus di Roxy Mas, Jakbar.


Di sejumlah kawasan di Jakarta memang banyak pemotor bandel. Mereka seenaknya memotong jalan dengan melawan arus. Padahal sudah jelas yang dilakukan salah, melanggar aturan dan membahayakan pengendara lain. Entah mengapa para oknum pemotor ini tetap saja cuek seenaknya melawan arus.


Tak hanya di Jakarta, di luar Jakarta juga banyak para pemotor bandel yang sukanya melawan aturan ini. Tengok saja di Depok, Jabar pagi ini polisi juga melakukan penilangan di kawasan Margonda Raya.


Yakin, kalau aktivitas pemotor melawan arus tak hanya di kawasan Jakarta atau sekitarnya saja. Di sejumlah wilayah lain juga ada oknum-oknum pemotor yang suka potong kompas. Mungkin semangat buruk ini sebaiknya segera distop. Anda mau cepat harus mau antre dan taat aturan.




Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(ndr/mad)






Foto Video Terkait












Redaksi: redaksi[at]detik.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


Begini Aturan Main Penetapan Calon Ketum Golkar di Munas




Suasana Munas Golkar di Bali (Rachman Haryanto/detikcom)




Jakarta - Ketum baru Golkar akan segera dipilih di Munas Bali. Begini tata cara penetapan calon ketum partai berlambang pohon beringin itu.

Ketua OC Munas IX Golkar Bali, Ahmadi Noor Supit, menerangkan sebelum membuka pendaftaran calon ketum, munas akan terlebih dulu membahas peraturan tata tertib pemilihan calon ketum. Jika tata tertib pemilihan sudah disepakati, maka bisa dilanjutkan dengan tahap pendaftaran calon.


Dalam peraturan pemilihan calon ketum yang berlaku saat ini, seorang calon ketum Golkar harus mendapat dukungan minimal 30% pemilik suara. Jumlah pemilik suara di Munas Golkar sebanyak 563 suara, yang terdiri dari 519 suara DPD II Golkar, 34 suara DPD I Golkar, dan 8 suara ormas kekaryaan Golkar, dan 2 ormas sayap Golkar. Jadi seorang calon ketum paling tidak harus mendapat dukungan 169 pemilik suara.


Bukti dukungan harus ditunjukkan dalam bentuk surat pernyataan dukungan dari para pemilik suara. Surat pernyataan dukungan itu harus dilampirkan saat mendaftar ke panitia munas. Nantinya, panitia akan memverifikasi surat pernyataan dukungan itu, jika ada yang ganda, maka akan dipermasalahkan.


Nah, soal surat pernyataan dukungan ini, akan bisa tergambar dalam pandangan umum DPD-DPD I Golkar di munas. Para pengurus DPD I Golkar dari 34 provinsi akan menyatakan arah dukungan ke calon ketum tertentu. Tentu dukungan itu telah dirembukkan dengan para pengurus DPD II. Jika ada perbedaan dukungan antara DPD I dan DPD II, juga akan disampaikan dalam pandangan umum. Agenda pandangan umum ini rencananya akan digelar hari ini.


Sejauh ini di Munas IX Golkar Bali tinggal dua calon ketum Golkar yang menyatakan tetap akan maju, Ketum Incumbent Aburizal Bakrie dan penantangnya Airlangga Hartarto. Para pengurus DPD I dan II akan menyampaikan dukungannya dalam pandangan umum.


Jika dukungan untuk Ical sudah sangat dominan dibanding Airlangga, maka terbuka lebar kemungkinan pemilihan ketum Golkar akan berlangsung secara aklamasi. "Itu terbuka lebar, pemungutan suara juga terbuka lebar, tergantung para pemilik suara," kata Supit kepada wartawan di arena munas, Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Senin (1/12/2014).




Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(trq/mpr)








Foto Video Terkait



Apa Makna di Balik Pembatasan Undangan Pernikahan PNS?


Senin, 01/12/2014 07:35 WIB


Mulya Nurbilkis - detikNews

Halaman 1 dari 2







Jakarta - Pemerintah membatasi jumlah undangan resepsi pernikahan seorang PNS maksimal 1000 orang. Menghemat anggaran negara dan mengajak para bawahannya menjalani hidup sederhana disebut sebagai alasannya.

"Resepsi pernikahan keluarga pejabat, tidak boleh bermewah-mewahan, tidak boleh mengundang orang yang berlebihan, harus diselenggarakan dengan mengedepankan nilai-nilai kepantasan," ujar Yuddy, Kamis (20/11/2014) lalu.


Keputusan ini tertuang dalan surat edaran no 13 Tahun 2014. Dalam situs resmi KemenPAN RB menpan.go.id, tercatat beberapa poin penting dalam surat edaran ini. Dalam salinan surat edaran itu tertulis bahwa surat itu keluar untuk menindaklanjuti perintah Presiden Jokowi dalam rapat kabinet pada Senin (3/11) yang meminta bawahannya bergaya hidup sederhana.


Alhasil keluarlah surat edaran yang membatasi jumlah undangan resepsi penyelenggaraan acara seperti pernikahan, tasyakuran dan acara sejenis lainnya maksimal 400 undangan. Yang datang pun dibatasi jumlahnya agar tidak lebih dari 1000 orang.


Selain itu ada arahan agar tak mengirim karangan bunga pada atasan dan mengurangi advetorial di media yang menggunakan biaya tinggi.


Masyarakat bereaksi atas keluarnya surat ini. Ada yang pro namun tak banyak yang mengkritik. Mereka mengkritik bahwa aturan ini khususnya terkait undangan hajatan terlalu memasuki ruang pribadi seseorang.


Terlebih, hingga saat ini Yuddy belum pernah menjelaskan secara gamblang urgensi keputusan ini dan dampaknya pada keuangan negara. Ia hanya menyebut langkah ini diambil untuk mengajarkan PNS tidak bermewah-mewahan.Next



Halaman 1 2




Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(bil/mpr)






Foto Terkait












Redaksi: redaksi[at]detik.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


Begini Persiapan HUT Korpri di Monas yang Akan Dihadiri Jokowi


Senin, 01/12/2014 07:10 WIB


Yudhistira Amran Saleh - detikNews





foto: yudhistira/detikcom

Jakarta - Presiden Joko Widodo dijadwalkan menghadiri HUT Korpri di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Sejumlah persiapan mulai dilakukan jelang upacara.

Pantauan di lokasi Senin (1/12/2014), pegawai dari berbagai instansi negara sudah mulai berdatangan di salah satu sisi silang Monas, Jakarta Pusat. Mereka mengenakan seragam Korpri dan yang laki-laki menggunakan kopiah berwarna hitam.


Jokowi dijadwalkan akan menjadi inspektur upacara dan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi akan menjadi pemimpin upacara.


Rencananya Menteri Agama Lukman Hakim juga akan ikut upacara dan bertindak sebagai pembaca doa. Gubernur DKI Basuki T Purnama turut hadir beserta seluruh jajaran pemprov DKI mulai dari SKPD, walikota, hingga tingkat lurah dan camat. Peserta upacaranya pun adalah dari seluruh pegawai kementerian.


Dalam acara ini juga akan diluncurkan gerakan nasional revolusi mental aparatur sipil negara. Gerakan ini bertujuan memperkokoh jiwa koprs aparatur sipil negara yang profesional dan berintegritas.


Hingga saat ini persiapan masih berlangsung. Beberapa personel Paspampres berada di sekitar kawasan untuk persiapan jelang kedatangan Presiden Jokowi.




Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(bil/mpr)






Foto Video Terkait












Redaksi: redaksi[at]detik.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com