Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDIP Masinton Pasaribu menuding ada orang-orang di Istana yang ingin menjauhkan Presiden Jokowi dari PDIP. Pihak Istana pun merespons hal itu.
"Saya nggak paham bagaimana menjauhkannya," kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Andi Widjajanto saat berbincang dengan detikcom di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (29/1/2015) malam.
Dikatakan Andi, sepengetahuannya Jokowi tak pernah jauh dari PDIP. Jokowi malahan sering berkonsultasi dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, menteri-menteri, serta tokoh dari PDIP.
"Misalnya dalam masalah BG (Komjen Budi Gunawan-red) dan KPK, Presiden sudah ketemu Ibu (Megawati-red) beberapa kali. Mas Pram (Pramono Anung-red) juga bertemu, menteri-menteri asal PDIP," ucap Andi.
Menkum HAM Yasonna Hamonangan Laoly, kata Andi, adalah salah satu menteri dari PDIP yang diandalkan Jokowi. Presiden sering meminta berbagai saran dari menterinya itu.
"Pak Laoly itu andalan Pak Presiden untuk memberikan saran, termasuk yang diminta Presiden untuk membuat kajian khusus, dan kajian itu sudah diserahkan ke Presiden hari Selasa," jelas Andi.
"Lalu dikatakan bahwa antara Presiden dan Ibu Mega misalnya susah ketemu. Dalam 3 bulan terakhir, pertemuan yang terlihat di publik saja, 10 Januari, ketika ulang tahun PDIP di Lenteng Agung, Ibu Mega ulang tahun 23 Januari Presiden menyempatkan diri datang. Belum lagi pertemuan pertemuan tertutup, atau konsultasi telepon. Secara frekuensi tetap paling tinggi interaksi Presiden dengan PDIP," ucap Andi.
Seperti diberitakan sebelumnya, anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDIP Masinton Pasaribu membantah bahwa partainya terlalu menekan Jokowi. Justru menurutnya saat ini Presiden tengah dikelilingi orang-orang yang ingin menjauhkannya dari partai.
"Justru Pak Jokowi sedang dilingkari orang-orang yang berupaya menjauhkannya dari parpol," kata Masinton dalam diskusi bertajuk '100 Hari Jokowi, Masihkah Menjadi Petugas Partai' di Resto Horapa, Jl Cik Di Tiro, Jakarta Pusat, Kamis (29/1/2015) lalu.
"Beberapa kali PDIP mau ketemu Presiden, pesan itu tidak disampaikan oleh orang Istana kepada Presiden," sambungnya.
Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB
(bar/fjp)
Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.
Foto Video Terkait
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar