Minggu, 01 Februari 2015

Pilot AirAsia Sempat Tinggalkan Kursi, KNKT: Itu Tak Berdasar Data Kami





Pilot AirAsia Sempat Tinggalkan Kursi, KNKT: Itu Tak Berdasar Data Kami(Foto: Facebook Menhan Singapura Ng Eng Hen)

Jakarta - Reuters memberitakan Kapten pilot AirAsia QZ8501 sempat meninggalkan kursinya dan melakukan prosedur yang tidak lazim saat kopilot kehilangan kendali pesawat. Saat kapten pilot sudah kembali ke kursinya, sudah terlambat untuk menyelamatkan pesawat. Apa kata Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)?

Informasi tersebut keluar dari dua narasumber anonim yang mengetahui investigasi AirAsia kepada Reuters yang dilansir Sabtu (31/12/2015). Reuters juga melaporkan bahwa masalah perawatan pada Flight Augmentation Computer (FAC) dan cara pilot mencapainya menjadi inti dari investigasi.


Reuters juga mengutip Bloomberg yang menyebutkan pilot mereset FAC, kemudian menarik saklar pemutus tenaga listrik pada FAC. Reuters mendapatkan informasi bahwa yang menarik saklar pemutus tenaga listrik itu adalah kapten pilot Iriyanto dan bukan kopilot Remy Plesel yang sedang menerbangkan pesawat.


Dari berbagai sumber yang dikutip detikcom, FAC berfungsi mengendalikan rudder (sirip belakang pesawat yang bisa menentukan arah), sarung perlindungan saat penerbangan, perhitungan kecepatan hingga mendeteksi wind shear (angin samping).


Pemutusan tenaga listrik ini tidak langsung membuat pesawat upset (membuat pesawat dalam kondisi bahaya dan terancam kehilangan kendali), namun tindakan itu akan menghilangkan sarung perlindungan pada pesawat, yang mencegah pilot mengendalikan pesawat di luar batas keselamatan. Imbasnya, kopilot harus menerbangkan burung besi itu secara manual dalam ketinggian yang sulit.


Keputusan kapten pilot untuk mematikan listrik kepada sistem FAC mengejutkan para investigator. Karena prosedur yang biasanya dilakukan adalah melakukan reset, dengan menekan tombol yang ada di panel di atas kepala.


"Kamu bisa mereset FAC, tapi untuk memutus listrik pada itu (FAC) sangat tidak biasa. Kamu tak menarik saklar kecuali ada kondisi yang sangat darurat. Saya tidak tahu apakah ada (kondisi yang sangat darurat) dalam kasus ini, tapi ini sangat tidak biasa," jelas seorang pilot Airbus 320 yang menolak disebutkan namanya dilansir Reuters. Next




Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nwk/nrl)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.






Foto Video Terkait




Redaksi: redaksi[at]detik.com

Informasi pemasangan iklan

hubungi : sales[at]detik.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar